Greta Thunberg digelari Person of the Year

Remaja 16 tahun yang juga aktivis lingkungan dan perubahan iklim, Greta Thunberg meraih gelar sebagai “Person of the Year” 2019 versi media Time. Gadis berkebangsaan Swedia tersebut memegang rekor sebagai peraih penghargaan termuda sejak majalah Time memulai tradisi tersebut di tahun 1927. Sebagaimana dilansir oleh BBC pada Rabu (11/12/2019) kemarin, pencapaian tersebut langsung dibagikan remaja tersebut di akun Twitter pribadinya.
Greta mencuitkan kebahagiaannya serta mengatakan bahwa ini adalah sebuah kehormatan dan mempersembahkannya kepada siapa pun yang terlibat dalam gerakan “FridayForFuture” serta bagi para aktivis lingkungan, terutama perubahan iklim di mana saja.
Alasan dipilihnya Greta Thurberg
Edward Felsenthal, Pemimpin Redaksi TIME menyatakan kepada NBC bahwa dalam menghadapi masalah terbesar yang tengah dialami bumi kita ini, Greta adalah contributor yang terbesar. Remaja tersebut datang dari tanah kelahirannya di Swedia dan memimpin pergerakan berskala dunia dalam mengatasi perubahan iklim.
Sebelum diumumkannya gelar tersebut, Greta dalam KTT Perubahan Iklim di Madrid sempat membacakan orasi yang emosional dan menyerukan para pemimpin berbagai negara untuk tidak lagi membuat alasan yang manis sementara menghindar untuk melakukan sesuatu.
Remaja ini sempat viral setelah bolos dari kelas dan memulai aksinya seorang diri dengan memprotes Parlemen Swedia. Gerakannya tersebut menjadi inspirasi remaja lain di berbagai negara hingga protes sejenis berlangsung di seluruh dunia dengan hashtag/tagar #FridayForFuture.
September lalu Greta yang hadir pada KTT Perubahan Iklim PBB di New York, AS, memprotes para pemimpin dunia yang justru melimpahkan masalah demikian besar kepada anak-anak muda. Dengan berapi-api siswi SMA tersebut berkata bahwa para pemimpin itu telah mencuri mimpi generasi muda dengan kata-kata manis dan janji kosong. Selain itu dirinya juga “mengancam” bahwa generasi muda ini akan mengawasi para pemimpin tersebut.
Pidato Greta walaupun membuat banyak orang terkesan tetapi juga mendapat kontra dari beberapa pemimpin, seperti Jair Bolsonaro, Presiden Brasil. Setelah dengan terbuka Greta mengecam pembunuhan suku pedalaman di hutan Amazon, Bolsonaro merasa tersinggung dan menyebutnya sebagai anak nakal kepada media. Dirinya juga menyayangkan bahwa media memberi ruang yang begitu besar untuk anak itu.
Berikutnya ada Presiden Donald Trump dan Vladimir Putin yang berpendapat bahwa Greta adalah anak yang mempunyai tujuan baik tetapi dia kurang mendapat wawasan tentang lingkungan.
Media Time memberikan gelar Man of the Year dan Person of the Year kepada sosok yang dinilai dapat berkontribusi besar untuk suatu perubahan yang bisa positif atau pun negatif. Beberapa waktu lalu media ini juga menyerahkan penghargaan bagi para wartawan yang ditahan atau dibunuh karena keberaniannya bersuara.
Nama Greta diabadikan dijadikan nama spesies kumbang
Banyak apresiasi yang didapatkan atas aksi berani remaja asal Swedia ini. Selain mendapat gelar Person of the Year versi majalah Time, nama Greta juga dijadikan nama spesies kumbang yang baru ditemukan. Konon alasannya karena kumbang ini dianggap memiliki tampilan fisik yang mirip Greta.
Kumbang dengan nama latin Nelloptodes Gretae ini panjangnya hanya sekitar 1 mm, tanpa mata, serta tanpa sayap. Di bagian kepalanya ada dua antenna panjang seperti kuncir rambut. Hal ini mengingatkan akan sosok Greta yang sering tampil dengan rambut dikuncir dua. Michael Darby, ilmuwan yang berlibat dalam riset tentang kumbang tersebut memilih nama Greta karena terkesan akan aksi yang digalang remaja ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *